Tampilkan postingan dengan label gaya arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaya arsitektur. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

Tips dan Trik Tepat Memilih Arsitek Rumah


Buat sebagian orang, terutama yang berpendapatan menengah ke atas, jasa arsitek sangatlah penting saat merenovasi hunian. Juga ketika membangun hunian dari nol. Lewat jasa-peran sang arsitek, apa yang diinginkan pemilik hunian bisa terwujud dengan baik. Lewat jasa arsitek juga, sang pemilik rumah mendapatkan saran tentang bagaimana sebaiknya keinginan itu terwujud sekaligus selaras dengan kaidah-kaidah arsitektur.

Tapi memilih arsitek bisa dibilang gampang-gampang susah. Maklum, sebagian pemilik hunian belum secara pasti mengetahui kriteria ideal memilih arsitek. Dalam hal itu, sebagian pemilik hunian lebih mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut—antara lain dari seorang rekan.

Walau rekomendasi itu cukup jitu, tidak salah bila pemilik hunian mengetahui poin-poin yang penting diketahui ketika memilih arsitek. Agar apa yang diinginkan bisa terwujud. Tidak ada keluhan seperti hunian yang sumpek karena sirkulasi udara yang berkurang, aspek keamanan bangunan yang kurang, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa panduan dalam memilih seorang arsitek.

1. Selain berdasarkan rekomendasi dari rekan, pilihlah arsitek berdasarkan rekomendasi dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Pastikan bahwa si arsitek punya SKA (Sertifikat Keahlian Arsitek) yang diberikan/diperpanjang dengan syarat-syarat ketat oleh IAI.

Lewat pemilikan SKA, arsitek telah memenuhi syarat sesuai standar kompetensi nasional (SKA Madya) ataupun internasional (SKA Pratama).

2. Mintalah contoh proyek yang pernah ditangani si arsitek. Minta agar arsitek memberikan penjelasan rinci tentang proyek itu agar keterlibatannya dalam proyek itu terbukti.

3. Pastikan bahwa arsitek itu akan memberikan prioritas utama kepada proyek Anda. Bukan sekadar menempatkan proyek Anda dalam urutan kesekian di prioritas kerja.

4. Tanyakan dengan rinci tentang sejumlah hal. Antara lain, dalam firma/biro arsitek itu, siapa yang akan menjadi penghubung? Siapa persisnya yang akan mendesain? Lantas, apa langkah/proses yang akan diambil? Bagaimana proses itu akan dikerjakan? Apa filosofi desain si arsitek? Punyakah ia pengalaman dalam menyusun RAB (Rancangan Anggaran Biaya)?

5. Jangan lupa pula untuk menanyakan standar biaya jasa/fee yang dipasang sang arsitek. Sekadar contoh, ada arsitek yang pasang fee sekitar 5% sampai 10% dari nilai anggaran. Tanyakan pula, bila batas pekerjaan arsitek berubah, apakah akan ada biaya tambahan? Bila ada, bagaimana perhitungannya?

6. Kenali dan pastikan gaya arsitektur yang diinginkan di hunian Anda. Sesuaikah gaya arsitektur tersebut dengan karakteristik sang arsitek? Bila sesuai, proses selanjutnya bisa diteruskan.

7. Dan yang tak kalah penting adalah upaya Anda untuk terus-menerus berdiskusi dengan sang arsitek. Itu agar ada titik temu antara keinginan Anda dengan visi sang arsitek.

Semoga hunian yang Anda impikan melalui sentuhan tangan arsitek bisa terwujud dengan sempurna.


http://www.propertykita.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Tips Cerdas Membangun Rumah Dan Memilih Arsitektur Desain Rumah



Sebelum pembangunan rumah dilaksanakan sebaiknya rencana anggaran biaya dibuat terlebih dahulu, supaya bisa diketahui dari awal berapa biaya yang akan dikeluarkan. Dengan dibuatnya Rencana Anggaran Biaya kita juga bisa merencanakan dari awal jenis dan type bahan material mana yang akan digunakan dalam pembangunan rumah.

Di samping itu dengan adanya Rencana Anggaran Biaya kita bisa menyesuaian anggaran biaya sesuai dengan kondisi kantong kita dan kita bias memilih tipe bahan material yang akan digunakan untuk pembangunan rumah, sehinga hasil pembangunan rumah bisa lebih maksimal. Dengan adanya Rencana Anggaran Biaya kita bisa menentukan atau mengetahui dari awal berapa besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembangunan rumah.

Seorang arsitektur rumah / desain rumah bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancangan bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan rumah impian kita. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi. Tugas arsitektur rumah / desain rumah bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu arsitektur rumah / desain rumah. Pada proses ini seorang arsitektur rumah / desain rumah akan memberikan saran kepada klien (kita) tentang bentuk bangunan rumah yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.

Memilih arsitektur rumah / desain rumah yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitektur rumah / desain rumah yang akan mengonsep rumah atau bangunan Anda.

a) Kenali gaya-gaya arsitektur rumah / desain rumah untuk diwujudkan dalam rumah impian anda. Anda bisa memilih gaya Arsitektur Rumah global, seperti gaya Arsitektur Rumah Eropa, Arsitektur Rumah Timur Tengah, atau gaya Arsitektur Rumah Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya. Setelah menentukan gaya Arsitektur Rumah apa? Barulah Anda memilih seorang arsitektur rumah / desain rumah yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi.

b) Setiap seorang arsitektur rumah / desain rumah, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali karya-karya seorang arsitektur rumah / desain rumah yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada seorang arsitektur rumah / desain rumah yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah impian Anda.

c) Seorang arsitektur rumah / desain rumah yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan pembangunan rumah. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitektur rumah / desain rumah, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitektur rumah / desain rumah. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar sang arsitektur rumah / desain rumah benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.



http://www.wikimu.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Kamis, 17 Juni 2010

Tips Dan Trik Arsitektur Desain: Menata Ruang Tamu



Arsitektur Desain diperlukan untuk menata ruang tamu di rumah dengan ukuran yang bervariasi merupakan tantangan tersendiri. Selain harus layak menerima tamu, ruang ini harus diatur agar nyaman dan tidak berkesan penuh.

Demi kepraktisan, sebagian orang meniadakan ruang tamu di rumahnya. Di rumah-rumah yang mungil, ruang tamu fungsinya seringkali digabung dengan ruang lain. Misalnya tamu yang akrab langsung dipersilakan masuk di ruang keluarga. Sementara itu, tamu lain cukup diterima di teras rumah saja.

Namun untuk sebagian orang, ruang tamu tetap jadi bagian yang sangat penting karena ruang tamu mencerminkan karakter si pemilik. Bagi rumah dengan ukuran yang pas-pasan tentu selain harus layak menerima tamu, ruang ini harus diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu menghabiskan ruangan. Bagi pemilik rumah yang cukup luas, tentu hal ini tidak akan menjadi masalah.

Arsitektur Desain di rumah mungil dengan ruang tamu tentu juga berukuran mungil, karenanya jangan memenuhi ruang tamu dengan furniture. Cukup sediakan sofa dengan dua dudukan (two seaters), satu sofa single seater, dan meja kecil. Apabila masih ada ruang lebih tambahkan meja sudut. Furnitur yang ada jika memungkinkan letakkan disandarkan ke dinding agar ruang terlihat lebih lega.

Yang terpenting arsitektur Desain untuk ruang tamu adalah peletakkan tidak mengganggu alur sirkulasi dari pintu masuk ke ruang-ruang lainnya. Di rumah dengan ukuran ruang tamu yang cukup luas atau luas, bisa diletakkan sofa dengan ukuran yang cukup besar, misalnya dengan sofa 3-2-1 seaters dan dengan meja tamu dan meja sudut dengan peletakkan yang hampir sama dengan rumah mungil agar tidak mengganggu alur sirkulasi menuju ruang lainnya.

Agar tidak monoton, gaya arsitektur desain menggabungkan dua buah sofa yang berbeda sangatlah menarik. Beda disini maksudnya adalah beda bentuk, beda desain, ataupun beda warna. Untuk menjembataninya carilah benang merah antara keduanya, misalnya berupa warna yang senada.




http://architectaria.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis